Kekeringan Dirasakan Warga Banyuwangi

Kekeringan Dirasakan Warga Banyuwangi

Nampaknya sudah lumrah terjadi jika musim kemarau melanda, kekeringan merupakan salah satu dampak dari kemarau tersebut dan kini kekeringan sedang melanda warga Banyuwangi yang kekuarangan air bersih, warga kesulitan dalam mendapatkan air bersih yang layak untuk dikonsumsi. Berbagai pihak berusaha memberikan bantuan air bersih kepada warga Banyuwangi.

 

Polisi turut bantu warga Banyuwangi

Dengan membawa water canon, pihak kepolisian Kasat Sabhara AKP Basori dan dibantu polsek Wongsorejo membantu warga dengan pasokan air yang dibagikan kepada warga Banyuwangi. Polres Banyuwangi membagi sekitar 9000 liter air bersih ke daerah dusun Pancoran desa Sidowangi kecamatan Wongsorejo 12/9/2017 dengan menggunakan  mobil water canon.

 

Mobil tersebut biasanya digunakan untuk untuk menghadang aksi massa namun untuk membantu warga yang mengalami kekeringan, polisi ubah mobil tersebut untuk menampung air bersih dan membagikannya kepada masyarakat yang tengah mengalami kekeringan atau kekurangan air bersih.

 

Kapasitas mobil water canon tersebut mampu menampun 10.000 liter air, air yang dibagikan tersebut merupakan air yang layak untuk di konsumsi warga karena didapat langsung dari milik PDAM. Semua air bersih yang dibagikan kepada warga sekitar 600 yang sedang terkena dampak kekurangan air bersih di daerah dusun Pancoran desa Sidowangi.

 

Pembagian air bersih yang dilakukan oleh AKP Basori diharapkan dapat sedikit membantu mengurangi beban warga dalam hal mendapat air bersih layak di konsumsi yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan sehari-hari. Kedatangan mobil water canon yang di bawa oleh AKP Basori membuat warga sekitar terkejut, karena kedatangan mobil water canon tersebut telah di kawal beberapa buah kendaraan dinas dari polres Banyuwangi, warga setempat mengira telah terjadi konflik domino qiu qiu di sekitaran desa mereka. Ribuan warga dengan tertib mengantri sambil membawa berbgai jenis alat tampungan air.

 

Pemkab Banyuwangi bantu warga kekeringan

Bantuan silih berganti berdatangan untuk membantu masyarakat Banyuwangi yang tengah krisis air bersih, permasalahan yang dialami oleh warga Banyuwangi tersebut tak luput dari pantauan pemkab Banyuwangi. Pemkab Banyuwangi juga turut membantu warga Banyuwangi dengan memberikan air bersih kepada warga.

 

BPBD Banyuwangi menyalurkan air ke tempat lokasi yang mengalami kekeringan yang ada di Wongsorejo, desa Wongsorejo merupakan tempat terparah yang mengalami kekeringan yang ada di Banyuwangi. Pemkab  memberikan air bersih kepada 400 KK.

 

Pertama kali BPBD menyalurkan air bersih Melalui PDAM di daerah Dusun karangrejo, ada dua tangki PDAM dibagikan kepada 400 KK di daerah setempat. Tutur Kabid Kedaruratan Banyuwangi, Eka Muharram. Eka menjelaskan pemberian air bersih akan dilakukan dengan rutin setiap tiga hari, dirinya menceritakan kondisi kekeringan yang dialami warga Banyuwangi sudah parah.

Beberapa sumber mata air bersih yang biasa warga gunakan tak mengalir, dengan pemberian air bersih tersebut secara langsung diberi kepada warga dengan membawa tendon air yang dimiliki oleh masyarakat. Sementara dari data BPBD, sekitar 9 kecamatan serta 29 desa telah masuk ke dalam kawasan yang rawan terhadap kekeringan yang ada di Banyuwangi, tapi menurutnya, tak semuanya di antara 9 kecamatan  tersebut menderita kekeringan.

 

Hanya sebagian dusun serta RT yang mengalami kekeringan di antaranya ialah di Muncar, Wongsorejo, Purwoharjo, Pesanggaran, Tegalsari, Gambiran. BPBD juga sudah berkoordinasi bersama BMKG Banyuwangi mengenai musim kemarau dan sesuai perkiraan dari BMKG, kemarau yang melanda Banyuwangi akan berlangsung dari Agustus hingga Desember.